Do What You Love, Love What You Do

Minggu, 14 Juli 2013

Testimoni Festival SuksesMulia 2013


Andai ada kata yang lebih indah dari kata terima kasih, ingin rasanya kuucapkan beribu, berjuta bahkan tiada batas kepada Sang Kholiq. Betapa besar ucap syukurku yang tiada tara atas setiap nikmat yang tak terhingga yang bertubi-tubi datang dalam hidupku.  Setiap langkah yang meninggalkan jejak setiap  harinya,  lahir dari sebuah harapan akan ridho dan rahmat yang berkelimpahan darinya

13 Juli 2013, Ferstival SuksesMulia sudah dapat terlaksana di Makassar,
Sebulan lebih persiapan , mengajarkanku banyak hal, mempertemukanku dengan banyak sosok yang begitu luar biasa, dibalik kesederhanaan dan setiap senyuman yang tertoreh, tersimpan pribadi yang sungguh menggetarkan hatiku.
Saya bukanlah siapa-siapa tanpa orang lain,
Allah selalu punya rencana indah dalam setiap scenarionya, seperti halnya ketika Allah mebuatku berkenan bergabung dan menjadi inisiator di Komunitas SuksesMulia Makassar. Inilah titik balik, dimana cara pandang, dan tingkah laku yang berbeda  dari sebelumnya. Inilah titik awal dimana saya banyak berfikir akan visi hidupku sendiri, dan melakukan action untuk menggapai misi demi misi untuk mendapat kehidupan terbaikku, SUKSESMULIA.

Suka duka menuju Festival SuksesMulia 2013, menorehkan cerita tersediri dalam sejarah hidupku. Banyak hal yang bisa saya pelajari, mulai dari ilmu presentasi depan sponsor, bagaimana tidak mudahnya mengajak orang lain menuju kebaikan, bagaimana rasanya bersabar menerima penolakan demi penolakan pada saat promo kegiatan, belajar ilmu sabar ketika harus mengulang ujian hasil penelitian ditengah-tengah persiapan Festival SuksesMulia, mengerti indahnya kerja keras ketika keliling kota Makassar mencari  perlengkapan Festival SuksesMulia, harus menempuh perjalanan 1 jam lebih ketika harus mengikuti meeting persiapan Festival SuksesMulia.

Tapi semua terobati ketika memiliki patner kerja yang begitu  luar biasa, sebut saja mas tatay sutari, Ketua Komunitas SuksesMulia Makassar pribadi mengagumkan ini, menjadi suntikan semangat tersendiri bagiku untuk senantiasa melakukan yang terbaik, agar kegiatan FSM ini dapat terlaksana dengan baik. Disamping itu ada kak ratna dan kak anti, juga merupakan pengurus Komunitas Suksesmulia Makassar, berjuta rasa terima kasihku kepada sang pencipta, telah diperkenalkan kepada dua sosok itu, sosok yang dimataku sangat indah, terlihat jelas bagaimana keduanya begitu ikhlas berbagi waktu, tenaga, materi, ilmu dengan semua yang ada untuk komunitas ini. Sosok yang mengajarkan padaku akan sebuah kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, jangan pantang menyerah akan sesuatu, Terima kasih kak…..’
Dan akhirnya di tengah heningnya malam ini, tangisku pun tumpah ruah, dihadapan sang pencipta, dengan suara lirih dan sekujur tubuh yang bergetar, kuucapkan kata Alhamdulillah, Allahu Akbar, Maha Besar atas setiap keajaiban yang IA berikan hingga kegiatan Festival SuksesMulia ini pun dapat terlaksana di Makassar, meski masih terlalu banyak yang harus kami benahi, tapi sumber kekuatan ini adalah dariMU ya Rabb….’

Terima Kasih kapada Guru guruku tercinta, babeh Jamil Azzaini, Indrawan Nugroho, Farid Poniman, Mas Imad, Andy SukmaLubis, Mba Alfi, Mas Thoriq, Mas Hilal, Mba Mona dan semua yang tak dapat saya sebut satu-satu, Semoga Tahun depan di Festival SuksesMulia 2014, saya juga bisa jadi pembicara dan ikut menginspirasi Indonesia, Amiin. *Senyum Simpul Penuh Semangat.
Salam SuksesMulia

Senin, 01 Juli 2013

Hanya Berbagi Suka, Itu Pilihan


Sebuah lagu Nasyid mengalun Indah bersamaan dengan terbitnya matahari pagi ini, ternyata sebuah sms masuk ke handphone ku, kuraih dan kubaca
“Selamat Yah nak, Mohon Maaf Bapak Tak Bisa menyaksikan wisudanya”
Yah itu sms dari bapak, beliau sekarang berada diluar kota. Airmata tak bisa lagi terbendung, beliaulah orang yang selalu memberiku semangat untuk segera menyelesaikan kuliah, dan akhirnya tak bisa mendampingiku. Masih terekam jelas diingatanku Tahun 2007 silam beliau mengurungkan niatnya untuk berangkat ke inggris demi mengantarkan anaknya menuju masa depan yang lebih baik, padahal itu adalah salah satu mimpi beliau, kali ini impiannya untuk bisa berkunjung ke LOMBOK  tak ingin lagi aku biarkan sirna, meski beliau sempat bimbang untuk berangkat, tapi aku selalu bilang, tak apa-apa, pergilah pak…’ genggamlah mimpi-mimpimu hingga nafas kelak tak lagi bersama ragamu.
Rabb….Tak bisa kugambarkan bagaimana setiap langkah demi langkah begitu Engkau kuatkan, hingga akhirnya saya tiba di hari ini “1 Juli 2013”, Pengukuhan saya menjadi Sarjana, dengan Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat. Sujud Syukur tiada henti padaMu Yaa Rabb. Meski hanya didampingin mama, karena bapak lagi perjalanan Dinas ke 3 Provinsi, tak mengurangi sedikitpun rasa syukurku pada sang Kholiq.
Semenjak mengerti akan makna hidup yang sesungguhnya, saya hanya ingin berbagi suka saja kepada ibu bapakku, setiap duka yang menyertai langkah ini, akan menjadi rahasia hatiku sendiri. Selama 23 Tahun mendampingiku, keduanya kupahami hanya selalu berbagi Suka Padaku, setiap kesulitan yang mereka rasakan, tak ingin dibagi untuk anak-anaknya. Semenjak kupahami itu, sedapat mungkin tak ingin merepotkan keduanya. Kusadari hidup ini teramat singkat, dan ajal sudah menjadi rahasia dan ketetapan Allah, entah siapa yang terlebih dahulu menghadapNYA, olehnya itu sedapat mungkin selalu mempersembahkan yang terbaik untuk keduanya.
Hanya berbagi suka itu pilihan, masih banyak yang seumuran saya, bahkan yang sudah berkeluarga atau memiliki anak, tapi hobby merepotkan kedua orangtuanya. Bagi kita yang masih duduk dibangku kuliah, tiap bulan dapat subsidi dari orang tua, tapi malas ke kampus, malas belajar, bukankah kita telah mengkhianati orang tua kita sendiri, sungguh kita sudah merepotkan keduanya. Bukti rasa syukur kita atas pemberian dari ibu bapak kita adalah dengan belajar dan menorehkan prestasi.
Di setiap akhir sholat saya, atau dimanapun setiap kali saya berdoa saya selalu minta pada sang pemilik nyawa ini, agar senantiasa menjaga ibu bapakku dengan penjagaan terbaikNYA, senantiasa berterima kasih dan bersyukur telah melimpahkan rezeki kepada ibu bapakku sehinggga mampu menyekolahkan saya. Salah satu mimpi saya adalah saya ingin sekali bersujud di depan BaitullahMU bersama kedua orangtua saya, saya ingin sekali bersiarah kemakam Nabi SAW, ingin melantunkan ayat-ayat indahMU di Raudah, berkunjung ke Gua Hira, Jabal Nur, semuanya tertuang jelas  di my book Dream, bahwa Insya Allah Jika Allah Meridhoi Tahun 2015, Insya Allah saya akan memberangkatkan Umrah ibu bapakku, Aaminn….
Jika ditanya, siapakah inspirasi terbesar saya dalam hidup ini, tentulah inspirasi itu adalah ibu bapak saya, meski daun-daun dimuka bumi ini dijadikan lembaran dan air dilautan jadi tintanya, tak cukup menggambarkan untaian setiap kata terima kasih yang terpatri jauh didalam lubuk hati ini untuk keduanya
Jika ada yang patut disembah selain Allah, tentu itu ibumu, ibumu, ibumu dan bapakmu. Ridhonya Allah SWT, ada pada Ridho kedua orang tua.
Mama….
Bapak….
Berjuta Cintaku Untukmu…..