Do What You Love, Love What You Do

Jumat, 22 Agustus 2014

Ini Cinta Mulia



 
Sudah sejak lama sebenarnya saya pengen banget nulis tentang topic ini #CintaMulia, topic ini tidak akan pernah punah di makan zaman.  Cinta seringkali dihubungankan dengan sebuah perasaan special kepada lawan jenis, padahal kan derajat tertinggi dari sebuah cinta, adalah ketika cinta itu kita tujukan kepada Allah SWT. Tapi kali ini yang pengen saya bahas adalah cinta kepada lawan jenis, yaah ngakunya sih itu #CintaMulia, bener gak siiih?

Saya memang memutuskan untuk tidak pacaran, dan berusaha menjaga perisai cinta mulia itu dalam balutan ketaatan sambil terus belajar memperbaharui ilmu tentangnya, semoga istiqomah sampai kelak cinta mulia itu akhirnya berlabuh dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Tapi beberapa waktu lalu sebuah buku mengelitik hati kutemukan di sebuah toko buku, judulnya “Putusin Gak Yah”, yang kurang lebih membolehkan hubungan laki-laki dan perempuan itu dalam konteks “pacaran”. Alasannya bahwa ketika si pria dan si wanita ini boleh pacaran karena mereka sudah menjalin hubungan serius menuju pernikahan, tapi kalo waktunya mungkin masih lama, mungkin masih tahun depan, gimana dong????. Alasan lainnya adalah, bahwa kita sering kali memponis wanita atau pria yang pacaran itu terlihat berlumur dosa, padahal sebenarnya si wanita menjalankan kewajiban lainya sebagai muslimah, yakni sholat, menutup aurat, mengaji, dll. Demikian pula si pria, ia pun patuh melaksanakan kewajibannya yang lain, sementara hubungan yang dibina memang sudah sangat serius, istilahnya sisa nunggu akad, tapi lamaran aja belum, mana ada tanggal nikah, welleeh weeleehh…..

Saya sepaham banget dengan buku yang ditulis ust. Felix (Udah, Putusin Aja), juga buka Ust.Arif Rahman Lubis (Halaqah Cinta), buku mba Fufuelmart dan mas canun  kamil (Jodoh Dunia Akhirat), serta buku ManjaddaWajadaa (Cinta Itu), semua mengemas cinta itu dalam ketaatan dan tidak ada istilah pacaran. Yaaa, menurut saya meski hubungan tersebut serius kalo belum ada lamaran dan belum ada tanggal nikah kita gak boleh sering sering komunikasi yang topiknya nyerempet-nyerempet, yaah berkedok memperhatikan dengan mengingatkan sholat, mengingatkan makan, sampai-sampai yang di ingatkan klepek klepek dan pikirannya mulai membentuk suasana sendiri, membayangkan ia dan si pria sedang makan berdua, ia sedang sholat jamaah, setelah sholat jamaah cium tangan deehhh, HATI HATI gguuyysss, itu sudah mulai mendekati zina, zina pikiran. Naah itulah kenapa kita gak dibolehkan pacaran, agar kita terhindar dari yang segala macam bentuk zina.

Beberapa teman saya perhatikan melakukan hal demikian, katanya pacaran islami, pacaran islami itu yang kayak apa siiihhh?. Pacaran islami, katanya gak pernah berduaan, gak saling bersentuhan walau di tempat ramai, trus sudah seriusan mau ke pernikahan, tapi disamping itu, masih saling lirik lirikan, sms an dan bbman lancar, stalking fb, twiter, istagram, path tiap menit, sampai status bbm nya jadi awet karena nulis nama pacarnya, waaallaaahhh ngerinyaaaaa.

Trus ada juga yang nanya ke saya, kalo kita gak saling komunikasi, gimana dong kita bisa saling mengenal satu sama lain, harus komunikasi dong. Naah untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin menceritakan sebuah kisah #CintaMulia dari seorang sahabat yang sekaligus sudah menjadi guru saya, ia seorang pemuda yang begitu taat kepada Tuhannya.

Pada suatu hari pemuda ini menaruh hati kepada seorang perempuan cantik nan shaliha, tanpa basa dan juga basi, ia langsung mengutarakan keinginannya meminang perempuan ini, tapi karena sesuatu sebab perempuan ini mengatakan bahwa dirinya belum siap untuk menikah sekarang, kalo pemuda ini mau menunggunya untuk jangka waktu kurang lebih 2 Tahun, tapi kalau dalam penantiannya ia tidak sabar menunggunya, ia di bebaskan untuk meminang perempuan lain. Si Pemuda berkata bahwa ia siap menunggu, dalam penantian itu tidak ada sama sekali komunikasi dan interaksi, nomer hp perempuan ini pun tidak ia tahu, yang ada cuma kontak email. Mereka saling menjaga dalam ketaatan, bukan malah pacaran sambil menunggu hari H lamaran atau tanggal nikah.  Menjelang 2 Tahun, perempuan ini kemudian mengirim email kepada si pemuda tadi, dalam email tersebut dikatakan bahwa saat ini ia sudah siap menikah, tapi sebelum menyetujui untuk dilamar, ia menginginkan si pemuda ini mengirimkannya sebuah proposal pernikahan melalui email, dalam proposal pernikahan inilah mereka saling menyatukan visi dan misi pernikahanya, hingga akhirnya proposal pernikahan pemuda ini disetujui setelah 3 kali perubahan, dan atas izin Allah dilangsungkanlah pernikahan dengan nuansa islam yang sangat kental, ribuan bahkan jutaan malaikat rasa-rasa hadir mendoakan mereka berdua yang senantiasa menjaga cinta mulia mereka dalam balutan ketaatan.

Cerita lain saya peroleh dari sahabat di tempat saya bekerja, saya iseng bertanya bagaimana proses pertemuannya dengan sang suami hingga ke pernikahan, dan inilah ceritanya….

Waktu itu ia masih sangat muda, ia masih duduk di bangku SMA, seseorang datang kerumahnya, ternyata ia mau melamar sahabat saya ini, tapi karena sahabat saya ini masih belum siap dan sepertinya masih ada keinginan untuk melanjutkan kuliah terlebih dahulu maka lamaran pada waktu itu pun ditunda. Hingga beberapa tahun kemudian orang tersebut datang lagi untuk melamar, ia ingin melamar sahabat saya untuk adik laki-lakinya. Pada saat itu, ia berfikir bahwa jika ada laki-laki yang baik agamanya, dari keluarga baik-baik dan juga sudah mampu hidup mandiri sungguh tak ada alasan untuk menolak, meski pada saat itu ia masih kuliah. Pada waktu itu sahabat saya hanya mengajukan satu syarat bahwa setelah mereka nanti menikah, calon suaminya harus rutin ikut pengajian. Yang membuatku takjub adalah, rentan antara lamaran pertama dan lamaran kedua itu sangat lama, dan dalam rentan waktu bertahun tahun itu pun tak ada komunikasi, bahkan ia menolak untuk dipertemukan, setelah saya tanya kenapa, kata sahabat saya ia takut wajah pria yang telah melamarnya itu terngiang ngiang terus di fikirannya, subhanallah, sungguh betapa taat nya ia menjaga cinta mulia itu, akhirnya ia baru bertemu pertama kali satu minggu menjelang akad nikah, dan saat ini mereka sudah dikarunia bidadari cantik berusia 3 tahun.

Sumpaahhh cerita cerita seperti itu biikin merinding plus bikin iri, iri pada keistiqomahannya menjaga diri dan cintanya, itu semua terjadi karena cinta kepada RabbNya. Naah, yang sekarang katanya sudah serius, jangan kelamaan nunggu, ayoo buruan dilamar, supaya tanggal nikahnya segera ada. Kalo memang masih nunggu tahun depan, atau dua tahun lagi, mending batasi komunikasi atau mungkin pengen mencontoh sikap ketaatan sahabat sahabat salih dan salihah kita diatas.

Bagi sahabat muslimahku, kalo memang ia serius, suruh dia melamar, kalo belum bisa, kita harus tegas dong, jaga hati jaga pikiran……

Semoga kita semua yang belum dipertemukan dengan pangeran surga dan bidadari surga kita masing-masing, segera dipertemukan, in shaa Allah akan menemani kita di dunia dan akhirat. Aaamiin

Salam Santun
@IrnaYuliani_

Tidak ada komentar: