Do What You Love, Love What You Do

Senin, 25 November 2013

You are the miracle



 
Segala sesuatu yang ada dibumi ini diciptakan tentu ada maksud dan tujuannya, terlebih kita sebagai manusia, tentunya saat ini kita mengembang misi luar biasa, dan sangat sayang jika kita hanya menjadi orang biasa-biasa saja. Setiap orang ditakdirkan menjadi orang yang luar biasa, setiap yang lahir ke muka bumi ini sudah mendapat bekal di dalam dirinya, Allah telah memberi itu, tapi tidak semua orang bisa melihat bekal itu, dan tidak semua orang mampu menggunakan bekal yang ia miliki. Banyak yang terjadi demikian, karena  ia tak pernah memandang ke dalam dirinya, karena ia tak pernah bertanya apa yang ia miliki, ia tak pernah bertanya siapa dirinya. Sebuah keajaiban sesungguhnya adalah dalam diri kita, kata guru saya “Randy Saputra”, tiap tiap dari kita ini adalah berlian. Tapi tak semua orang melihat dirinya sebagai berlian. Seperti apa yang kamu lihat dirimu, seperti itulah kamu. Jika kita melihat diri kita sebagai orang yang penakut, gagal dalam pergaulan, tak punya kawan, orang yang hina, maka seperti itulah yang akan terjadi. Tapi semua akan berubah ketika kita melihat diri kita adalah berlian, kita akan menggunakan segala yang ada dalam diri kita agar bukan cuman kita yang melihat diri kita berlian, tapi orang lain juga akan mengatakan bahwa kita adalah berlian.

Ada satu kalimat yang sering saya lontorkan untuk saya sendiri hampir tiap hari, saya sering bertanya pada diri saya sendiri “Siapa saya hari ini?” maka saya pun menjawabnya dalam hati, “Saya hari ini adalah saya di hari esok”. Jika hari ini saya adalah seorang yang pekerja keras maka di hari esok saya adalah hasil dari sebuah kerja keras. Jika hari ini saya adalah seorang pemalas dan menghabiskan waktu dengan sia-sia, maka di hari esok saya adalah hasil dari sebuah kemalasan, dan teman-teman semua tentu dapat memperkirakan buah dari kerja keras itu apa dan buah dari kemalasan itu apa?. Kalimat itu akan selalu menjadi pendongkrak semangatku jika tiba-tiba down, boleh dicoba buat teman-teman, mungkin bisa juga jadi jurus ampuh buat kita semangat dalam menjalani kehidupan, buat kita semangat dalam berkarya, berprestasi dan berbagi.

Kita hanya butuh yakin, bahwa Allah mengutus kita kedunia ada maksudnya, yahh kita mengembang sebuah misi besar, maka hanya orang yang menganggap dirinya besar dan luar biasalah yang mampu melihat misi itu. Maka mulai sekarang yuk sama-sama lihat ke dalam diri kita, apa yang  kita miliki, apa yang bisa kita perbuat, maka itu semua akan memperlihatkan siapa kamu hari ini, dan siapa kamu di hari esok. Temukanlah keajaiban dalam dirimu mulai saat ini, dan berbagilah keajaiban itu kepada orang lain. Pengen jadi apapun kamu, pengen ngelakuin apapun kamu, jika itu mampu mendekatkan dirimu kepada Allah maka kerjakanlah, karena sumber keajaiban sesungguhnya ada padaNya, jika kamu mendekat pada sumber keajaiban itu maka kamu akan lebih mudah melihat banyak keajaiban dalam dirimu.

Salim Santun
Dariku @Irnayuliani_

Senin, 18 November 2013

Saya, Hujan dan Pelangi



Bagi saya saat saat hujan itu indah, serasa ada keteduhan melihat tetesan tetesan air hujan yang jatuh, karena hujan adalah rahmat yang datangnya dari pencipta, kalo aja banjir sana sini, yah karena penyebabnya kita yang buat, pepohonan udah jarang, sampah dimana-mana, bikin selokan selokan tersumbat hingga banjir, air sungai meluap karena banyak sampah yang menyumbat alirannya, belum lagi dikiri kanannya sudah gak ada pepohonan, nahh kan, ini ulah kita sendiri. Eiitss……..bukan banjir sebenarnya yang pengen saya certain, yang pengen saya certain kenapa saya menyukai hujan.

Banyak hal yang membuat saya menyukai hujan, banyak moment indah yang tercipta  bersama tetesan air hujan. Satu sosok yang amat kurindukan ketika hujan tiba adalah kehangatan keluarga, berada ditengah-tengah keluarga. Saat hujan, saya, bapak dan mama serta adikku sering nongkrong di dapur membuat cemilan, abis itu duduk di teras menikmati cemilan yang kita buat, sambil memandangi hujan dan mendengarkan cerita bapak yang kadang membuat kami sakit perut karena terlalu banyak tertawa, beliau selalu menceritakan kami cerita lucu, yang lucunya bener bener lucu. Kadang kala dalam hati saya berdoa semoga hujan ini awet biar bapak terus bercerita. Dari taman kanak-kanak hingga SMA saya tinggal di sebuah desa yang letaknya di dataran tinggi, persis dibawah kaki gunung, sebuah desa kecil yang dikelilingi gunung-gunung yang masih tampak asri, dan bila hujan datang, dinginnya sampai ke tulang, itulah yang membuat kita malas ngapa ngapain, naah karena itu saya, bapak, mama dan adikku lebih senang duduk diteras meskipun dingin, tapi terasa nikmat. Kadang kala kita hanya bermain tebak-tebakan, dan bapak sering sekali curang, hingga saya dan adikku gak pernah jadi pemenang, hhaaaahaa….’

Sewaktu kecil, seperti anak-anak yang lainnya, saya senang sekali main hujan-hujanan, meski seingat saya sering dapat omelan dari mama karena seluruh badan saya basah karena hujan, tapi irna kecil sama sekali gak peduli, yang penting ia senang sudah bermain dibawah hujan. Semasa SMA saya dan teman-teman kadang kala menerobos hujan ketika pulang sekolah karena hujan tak kunjung reda, dan angkutan umum sangat sulit didapat, hanya ada satu dua angkutan umum yang lalu lalang ke arah rumahku, dan ketika hujan tiba kebanyakan angkutan umum itu tak beroperasi. Solusinya kami pun harus menerobos hujan dengan menikmati perjalanan 3 kilometer hingga ke rumah sambil berkejar kejaran di tengah hujan, yang terlihat bukanlah letih tapi hanya senyuman kami, yah senyuman anak-anak desa yang tampak kumel tapi punya cita cita luar biasa.

Saya senang meletakkan tanganku di bawah hujan yang jatuh dari atap rumah, merasakan lembut tetes demi tetes yang jatuh, atau menghadapkan wajahku kelangit dan merasakan air hujan yang jatuh diwajahku, itu menyenangkan. Pelangi yang hadir setelah hujan reda akan menambah manis kisah tiap kali hujan datang. Memandangi hujan seperti memandangi sebuah lukisan ajaib, maha karya dasyat yang tiada duanyanya.  Disana ada kebesaran Ilahi, ada cinta yang Allah berikan untuk makhluk ciptaaNya di muka bumi, dan saya merasakan itu tiap kali hujan turun. Saya juga belajar sesuatu disana, berikut ini sebuah kutipan favorite saya,

“Jika kau menyukai pelangi, jangan pernah membeci hujan yang turun, karena pelangi hanya akan ada setelah hujan reda, jika kamu menyukai kesuksesan maka jangan pernah membenci kerja keras, karna kesuksesan hanya akan ada setelah kamu bekerja keras”

So…..
Apa kamu juga menyukai hujan?