Do What You Love, Love What You Do

Selasa, 24 Maret 2015

Teman Dalam Penantianku



Aku masih disini
Berkawan doa
Dalam lirih suaraku, ku pinta kau padaNya

Aku masih disini
Memegang Al-Qur’an kecilku
Berharap kelak kau akan menemaniku membacanya

Aku masih disini
Dalam sujudku
Kunikmati hening, kusampaikan bahasa kalbu untukNya.
Kembali aku memintamu padaNya

Aku masih disini
Tertatih mengulang ulang hafalan qur’anku
Agar kelak bisa bersanding dengan hafalan qur’anmu

Aku masih disini
Sedang memuji dan memuja AsmaNya
Semoga kamu juga demikian

Aku masih disini
Mendengarkan murobbiku memberikan tausiyah
Tausiyah yang kelak akan kamu sampaikan untukku setiap malam

Aku masih disini
Bercengkrama dengan sahabat sahabatku
Yang kelak juga akan menjadi sahabatmu

Aku masih disini
Sedang menyiapkan santap sahur
Maukah kamu sepiring berdua denganku?

Aku masih disini
Setia menantimu bersama mereka
Amalan amalan luar biasa, yang akan menghantarkan aku padamu.


Butuh berapa lamu kamu akan datang menemuiku?
Apakah masih lama?
Tapi kamu jangan khawatir, aku akan selalu setia
Setia pada ajaran agamaku
Tak ada istilah pacaran, itu haram dalam agamaku.
Meski sekarang banyak yang suka yang haram, itu pilihan
Aku takkan ikut ikutan
Karena aku setia padamu, seperti aku setia pada Rabbku

Aka masih disini
Aku punya banyak teman dalam penantianku
Kamu, berjuanglah…
Kamu yang masih menjadi rahasia indahNya


Dari Hatiku Kepada Hatimu
Samarinda, 24 Maret 2015
10.30 WITA

@Irnayuliani_










Minggu, 22 Maret 2015

Kabar Gembira



Ini bukan kabar gembira dari kulit manggis looh yaaa, tapi ini kabar gembira yang lebih menggembirakan dari kulit manggis, looh kok malah ngomongin kulit manggis yaaa, heheeee, mungkin sedikit kaku karena sudah beberapa waktu gak nulis di blog ini, *ngeles ^ _ ^.

Seperti biasanya setiap hari ahad saya menghadiri halaqoh pekanan, dan setiap akhir bulan saya berusaha menyempatkan diri menghadiri Tasqif yang rutin di laksanakan di Taman Pendidikan Qur’an Al-Munawwaroh, tak jauh dari tempatku tinggal saat ini.

Hari ini tepat pukul 09.05 saya sudah tiba di TPQ Al-Munawwaroh, tampak para akhwat, ibu-ibu dab beberapa anak anak remaja sudah memadati aula kecil yang ada di TPQ ini. Berselang beberapa menit saya tiba, kegiatan Tasqif pun dimulai, saya kemudian ditunjuk untuk tilawah qur’an, yang memang sudah menjadi kebiasaan kita sebelum memulai sebuah halaqoh atau majelis ilmu, semoga rahmat dan berkah Allah menyertai aktivitas kita semua. Awalnya saya menolak, saya pikir mungkin ada yang lebih pandai dan bagus bacaan qur’annya dibanding saya, tapi karena ustadzah yang akan membawakan materi telah siap, dari pada lebih lama lagi menunggu, maka saya pun mengiyakan. Setiap kali ditunjuk tilawah qur’an jika menghadiri sebuah acara, baik itu di majelis tak’lim, pengajian kantor, atau yang lainnya, saya sangat senang membacakan Surah Al-Mujadilah dan mengakhirinya di ayat ke 11, satu ayat yang sangat saya sukai, disana ada kabar gembira untuk kita semua, terutama yang senang menghadiri majelis majelis ilmu Allah…

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu , “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan Apabila dikatakan , “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Mujadilah : 11)

Dari ayat diatas, kabar gembira apa yang dapat kita peroleh, bahwa sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang menuntut ilmu, orang orang yang menghadiri majelis majelis ilmu, maka sudah sepantasnya kita senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu. Jika berbicara soal ilmu, saya sungguh sangat merasa sedih, umur yang kian berkurang dengan ilmu yang masih sangat sedikit. Mengaku diri beragama islam, menyakini Allah dan mencintai kekasihNya, tapi ilmu tentangnya mungkin hanya seperti kulit manggis, cuman tau kulitnya saja. Ilmu bisa diperoleh dimana saja, apalagi teknologi saat ini semakin canggih, tapi tak ada ilmu yang lebih indah jika diperoleh di sebuah mejelis ilmu, karena disana kita juga akan mendapatkan ukhuwah, kasih sayang dan dorongan dari sesama kita, sehingga kita akan senantiasa semangat dalam memperbaiki diri dan menuntut ilmu.

Selepas Tasqif sekitar pukul 11.00, saya dan beberapa teman yang berada dalam kelompok halaqoh yang sama kemudian melanjutkan dengan halaqoh pekanan kami yang memang rutin dilaksanakan tiap hari ahad. Di dalam halaqoh ini ada satu lagi kabar gembira yang saya peroleh, datangnya dari Al-Qur’an Surah Al-Imran Ayat 14-17, berikut terjemahannya :

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS.3:14)

Katakanlah, “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”(QS.3:15)

(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS.3:16)

(juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.” (QS.3:17)

Mendengar ayat ini dibacakan, saya sempat termenung beberapa saat, sungguh kadang kala kita/saya hatinya masih terpaut akan kenikmatan dunia, padahal sudah dengan sangat jelas ada kenikmatan yang disediakan Allah melebihi kenikmatan yang ada di dunia, yakni kenikmatan di surga. Allah pun telah memberi tahu kita caranya memperoleh kenikmatan tersebut, dan sangat jelas tertera di dalam ayat ke 16 dan 17, subhanalloh. Inilah satu kabar gembira lagi yang saya maksud. Maka bersyukurlah kita yang diberi nikmat islam dan iman, karena kita diberi kesempatan untuk tahu bahwa kenikmatan dunia itu tak ada bandingannya dibanding nikmat yang dijanjikan Allah di surga.

Semoga sahabat yang sempat membaca tulisan ini tergugah hatinya untuk senantiasa menautkan hatinya mempelajari Al-qur’an, dan mohon doakan saya pula untuk senantiasa semangat memperbaiki diri, menuntut ilmu dan membagikannya kepada sahabat semua.

Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat, jika ada kekeliruan mohon dikoreksi yaa. Saya berharap kabar gembira yang saya sampaikan benar benar membuat sahabat semua gembria, dan bukan malah merasa biasa biasa saja, kalo merasa demikian mungkin hatinya butuh direfresh dulu, hehehee….

Salam Santun
@Irnayuliani_