Do What You Love, Love What You Do

Tampilkan postingan dengan label Muhasabah Hatiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah Hatiku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2015

Kabar Gembira



Ini bukan kabar gembira dari kulit manggis looh yaaa, tapi ini kabar gembira yang lebih menggembirakan dari kulit manggis, looh kok malah ngomongin kulit manggis yaaa, heheeee, mungkin sedikit kaku karena sudah beberapa waktu gak nulis di blog ini, *ngeles ^ _ ^.

Seperti biasanya setiap hari ahad saya menghadiri halaqoh pekanan, dan setiap akhir bulan saya berusaha menyempatkan diri menghadiri Tasqif yang rutin di laksanakan di Taman Pendidikan Qur’an Al-Munawwaroh, tak jauh dari tempatku tinggal saat ini.

Hari ini tepat pukul 09.05 saya sudah tiba di TPQ Al-Munawwaroh, tampak para akhwat, ibu-ibu dab beberapa anak anak remaja sudah memadati aula kecil yang ada di TPQ ini. Berselang beberapa menit saya tiba, kegiatan Tasqif pun dimulai, saya kemudian ditunjuk untuk tilawah qur’an, yang memang sudah menjadi kebiasaan kita sebelum memulai sebuah halaqoh atau majelis ilmu, semoga rahmat dan berkah Allah menyertai aktivitas kita semua. Awalnya saya menolak, saya pikir mungkin ada yang lebih pandai dan bagus bacaan qur’annya dibanding saya, tapi karena ustadzah yang akan membawakan materi telah siap, dari pada lebih lama lagi menunggu, maka saya pun mengiyakan. Setiap kali ditunjuk tilawah qur’an jika menghadiri sebuah acara, baik itu di majelis tak’lim, pengajian kantor, atau yang lainnya, saya sangat senang membacakan Surah Al-Mujadilah dan mengakhirinya di ayat ke 11, satu ayat yang sangat saya sukai, disana ada kabar gembira untuk kita semua, terutama yang senang menghadiri majelis majelis ilmu Allah…

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu , “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan Apabila dikatakan , “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Mujadilah : 11)

Dari ayat diatas, kabar gembira apa yang dapat kita peroleh, bahwa sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang menuntut ilmu, orang orang yang menghadiri majelis majelis ilmu, maka sudah sepantasnya kita senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu. Jika berbicara soal ilmu, saya sungguh sangat merasa sedih, umur yang kian berkurang dengan ilmu yang masih sangat sedikit. Mengaku diri beragama islam, menyakini Allah dan mencintai kekasihNya, tapi ilmu tentangnya mungkin hanya seperti kulit manggis, cuman tau kulitnya saja. Ilmu bisa diperoleh dimana saja, apalagi teknologi saat ini semakin canggih, tapi tak ada ilmu yang lebih indah jika diperoleh di sebuah mejelis ilmu, karena disana kita juga akan mendapatkan ukhuwah, kasih sayang dan dorongan dari sesama kita, sehingga kita akan senantiasa semangat dalam memperbaiki diri dan menuntut ilmu.

Selepas Tasqif sekitar pukul 11.00, saya dan beberapa teman yang berada dalam kelompok halaqoh yang sama kemudian melanjutkan dengan halaqoh pekanan kami yang memang rutin dilaksanakan tiap hari ahad. Di dalam halaqoh ini ada satu lagi kabar gembira yang saya peroleh, datangnya dari Al-Qur’an Surah Al-Imran Ayat 14-17, berikut terjemahannya :

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS.3:14)

Katakanlah, “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”(QS.3:15)

(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS.3:16)

(juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.” (QS.3:17)

Mendengar ayat ini dibacakan, saya sempat termenung beberapa saat, sungguh kadang kala kita/saya hatinya masih terpaut akan kenikmatan dunia, padahal sudah dengan sangat jelas ada kenikmatan yang disediakan Allah melebihi kenikmatan yang ada di dunia, yakni kenikmatan di surga. Allah pun telah memberi tahu kita caranya memperoleh kenikmatan tersebut, dan sangat jelas tertera di dalam ayat ke 16 dan 17, subhanalloh. Inilah satu kabar gembira lagi yang saya maksud. Maka bersyukurlah kita yang diberi nikmat islam dan iman, karena kita diberi kesempatan untuk tahu bahwa kenikmatan dunia itu tak ada bandingannya dibanding nikmat yang dijanjikan Allah di surga.

Semoga sahabat yang sempat membaca tulisan ini tergugah hatinya untuk senantiasa menautkan hatinya mempelajari Al-qur’an, dan mohon doakan saya pula untuk senantiasa semangat memperbaiki diri, menuntut ilmu dan membagikannya kepada sahabat semua.

Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat, jika ada kekeliruan mohon dikoreksi yaa. Saya berharap kabar gembira yang saya sampaikan benar benar membuat sahabat semua gembria, dan bukan malah merasa biasa biasa saja, kalo merasa demikian mungkin hatinya butuh direfresh dulu, hehehee….

Salam Santun
@Irnayuliani_


Rabu, 14 Januari 2015

Manisnya Iman

Memiliki rupa yang menawan memang membahagiakan, memiliki harta yang berlimpah tentu sangat menyenangkan, memiliki jabatan yang tinggi mungkin diidamkan oleh kebanyakan orang, tapi bagi saya memiliki iman jauh lebih mebahagiakan dibanding semua itu, atau bahkan lebih membahagiakan dibanding memiliki seisi bumi. Saya yakin, orang-orang yang merasakan betapa manisnya iman akan sepakat dengan pendapat saya.

Kenapa tidak, rupa yang menawan itu hanya pemberian Allah yang tak kekal, usia akan menghilangkannya. Harta yang berlimpah pun sama sekali tak kita bawa mati, apalagi jabatan yang tinggi, tempat kembali kita akan tetap sama, berada dalam liang yang sempit dan gelap, lalu apa yang bisa kita banggakan dan bisa kita andalkan??, maka hanyalah iman yang akan membawa kita pada kebahagiaan yang hakikih di dunia dan In Shaa Allah juga di akhirat.

Saya menuliskan ini, bukan karena iman saya sudah baik, atau lebih baik dari sahabat semua yang membaca tulisan ini, tulisan ini hanya bagian dari saya mengingatkan diri saya sendiri akan tujuan hidup yang sesungguhnya, bersamaan dengan itu semoga juga dapat menjadi pelajaran bagi siapa saja yang sempat membaca tulisan ini.

Jika kita coba merenungkan waktu yang telah kita lalui, tidakkah kita merasa banyak waktu yang kita buang percuma, tidakkah kita merasa masih diperbudak dunia? Kalo ada dari sahabat semua yang tidak merasa diperbudak dunia, bolehkah menjawab beberapa pertanyaanku berikut ini?

“Dalam sehari, berapa kali kita sholat diawal waktu (Sudah siap sholat sesaat sebelum adzan berkumandang) ?”
“Dalam sehari berapa menit atau jam yang kita luangkan untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an?”
“Sudahkah kita sisihkan 2,5% dari pendapatan kita untuk anak yatim dan fakir, bukankah disana ada hak mereka?”

Biarlah jawaban sahabat menjadi bahan perenungan dari diri kita masing-masing. Tulisan ini adalah cambuk buat diri saya pribadi, yang tersungkur malu dihadapan rabbNya yang masih juga tak sempurna ibadahnya.

Kita yang mengaku punya iman, tapi sholat aja nggak, kalo pun sholat selalu diakhir waktu, sekedar menggugurkan kewajiban. Kita yang mengaku islam, tapi masih enggan mempelajari Al-Qur’an, kita yang mengaku mengikuti ajaran yang dibawa Muhammad SAW tapi juga selalu lupa untuk mengeluarkan zakat.

Dimana kamu saat adzan berkumandang? Sudah siapkah diatas sajadah?
Dimana kamu, Al-Qur’an mu sudah berdebu…..
Dimana kamu, takkah hatimu pilu, mereka anak-anak yatim dan fakir masih juga terlihat dimatamu?

Sungguh hanya Iman yang begitu indah yang akan mengundang Rahmat Allah, dan hanya Rahmat Allah yang akan menyelematkan kita di dunia dan akhirat. Semoga kita senantiasa istiqomah di JalanNya.

Salam Santun
@IrnaYuliani_



Kamis, 01 Agustus 2013

KuNanti Senyumanmu


Kala itu adzan Dzuhur telah berkumbandang ketika saya masih sibuk memasukkan buku-buku, dan beberapa pakaian ke dalam kardus yang akan disedekahkan ke Panti Asuhan. Sebagian besar barang barang tersebut adalah sumbangan dari beberapa teman dan bahkan seseorang yang tidak saya kenal, tapi Alhamdulillah mempercayakan kepada kami untuk menyerahkan bantuannya ke Panti Asuhan.
Hari itu, saya bersama sahabat sahabat dari komunitas SuksesMulia Makassar berkunjung ke Panti Asuhan At Tiin, Salah satu panti asuhan yang ada di Kota Makassar, Gedung Panti, Hanyalah sebuah Rumah kecil, memiliki 2 buah kamar dan beberapa ranjang besi tua, dan dihuni oleh 31 anak panti asuhan dengan 1 orang pengurus panti, sangat menyedihkan jika melihat kondisi panti asuhan itu.
Tiba di depan Panti Asuhan, kami sudah disambut oleh senyuman manis anak-anak panti, yang tiba-tba terdiam melihat kedatangan kami. Pandanganku tertuju pada anak – anak panti yang masih kecil-kecil, ingin rasanya berlari dan memeluk mereka satu persatu. Akhirnya langkah kaki ini pun membawaku memasuki gedung panti asuhan bersama sahabat-sahabat dari komunitas suksesmulia, belum juga memasuki pintu, anak-anak panti sudah berlarian mendekati kami, menjabat dan mencium tangan kami satu persatu, keakraban dan kehangatan keluarga menjadi pemandangan yang begitu indah waktu itu.
Ditengah kecerian kami berbagi bersama dengan anak anak yatim di Panti Asuhan At Tiin, saya terpaku memandangi seorang gadis kecil berbaju merah dihadapanku, gadis kecil dengan poni yang mirip tokoh kartun “Dora” tampak sangat lucu, akan tetapi raut mukanya tak seperti kawan-kawannya yang lain, yang sibuk berinteraksi dengan sahabat-sahabat komunitas suksesmulia yang datang. Saya mencoba mendekat dan menanyakan namanya
“Namanya siapa?”
Dengan nada yang sangat pelan gadis kecil itu menjawab, tapi saya sama sekali tak mendengar jelas apa yang ia sebutkan, dan kuulang pertanyaanku kembali,
“Sayang, Namanya siapa?”
Ia kembali menjawa dengan nada yang makin kecil, dan alhasil saya pun tak mendengarnya lagi.
Lalu kawan di sampingnya berkata “Kak,,,,Namanya Suci”
“Ohhh, Namanya Suci…”
Aku mencoba beberapa pertanyaan lagi, tapi kali ini tak ada jawaban, gadis kecil itu malah memandangiku dengan wajah tanpa ekspresi,
“ada yang aneh……” bisikku dalam hati.
Dari cerita pengasuh panti kudapat informasi tentang Suci, Suci ini adalah gadis kecil berusia 4 Tahun yang ditinggal kabur orang tuanya, ia dijemput pengasuh panti dari seseorang di Terminal sekitar 2 minggu lalu, jadi Suci adalah anak baru di Panti ini, mungkin karena itu ia belum terlalu akrab dengan anak-anak dipanti asuhan jadi ia masih agak kaku untuk berinteraksi dengan kawan-kawannya. Tapi bukan hanya itu, Suci juga sangat takut dengan laki-laki, jika ada laki-laki yang coba mendekatinya maka ia akan menjerit ketakutan. Kata pengasuh panti asuhan, kemungkinan suci pernah mengalami kejadian yang kurang menyenangkan, hingga menyisakan trauma. Miris rasanya, melihat anak seumuran dia, harusnya menikmati masa kanak kanak dengan penuh keceriaan, bermain bersama kawan-kawan sebayanya, malah terpenjara dengan rasa trauma atas kejadian-kejadian yang tak sepantasnya ia rasakan.
Saya berusaha memancing senyumannya, hingga suara bedug magrib, usahaku untuk membuatnya tersenyum sama sekali tak berhasil, senyumannya pun tak kunjung nampak menghiasi wajah mungilnya.
Dan Akhirnya, adzan pun berkumandang, Alhamdulillah Allah SWT masih memberiku kesempatan berbuka puasa bersama anak-anak panti asuhan pada Ramadhan kali ini. Es buah yang kami bawa kemudian kami bagi ke semua anak panti asuhan, kusodorkan satu gelas kepada Suci, awalnya ia menolak, saya pun membujuknya dan akhirnya ia mau, setelah memasukkan 1 sendok ke mulutnya ia kemudian menoleh kepadaku, dan apa yang terjadi…..??????
 Ia tersenyum………….
 Yaaaah gadis kecil itu tersenyum…………..
Deretan giginya yang putih bersih dan sangat rapi tampak sangat indah menghiasi senyumannya, senyuman yang sedari tadi saya nantikan,
 Yaaa Allah….. betapa indahnya titipanmu ini, tapi kenapa begitu tega orang tuanya meninggalkannya. Terbesik kata dalam hati “Suci, Tunggu kaka yaahh…… Jika Allah mengizinkan, suatu saat kaka akan datang menjemputmu, dan menjadikanmu adikku” .
Hari itu saya dapat pelajaran luar biasa dari sebuah Panti Asuhan kecil, bahwa masih banyak saudara saudara kita diluar sana yang tak seberuntung kita, maka sudah sepantasnya kita senantiasa bersyukur atas setiap Nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Hari itu saya pun belajar banyak dari seorang ibu yang luar biasa mulia, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dan membesarkan anak-anak dipanti asuhan, dari sahabat sahabat di Komunitas SuksesMulia yang penuh dengan pribadi pribadi yang indah nan menawan, kalian semua adalah guru guru terbaikku.

 
Me With Suci

Irna Yuliani
@irna_Mksr