Do What You Love, Love What You Do

Jumat, 09 Mei 2014

Catatan Hati HambaMu



Allah…..
MengenalMu Indah
MencintaiMu Nikmat
Di dekatMu Damai

Allah…..
Suci engkau dalam kemuliaan
Bijaksana engkau dalam keangungan
Teduh kami dalam kasih sayangMu

Allah…..
Indahnya bulan,
Kerlap Kerlipnya bintang,
Terangnya matahari,
Adalah karena kehendakMu

Allah….
Engkau hadiahkan kami fisik yang sempurna
Engkau tuntun kami melalui ilmu yang bermanfaat
Engkau satukan kami dalam cinta suci
Engkau kokohkan kaki kami menjelajah bumiMu
Engkau kuatkan tangan kami menghasilkan karya
Engkau beri kami kesempatan untuk berbagi
Engkau jaga keluarga dan sahabat-sahabat kami
Engkau cukupkan rezeki kami hari ini, bahkan engkau lebihkan
Engkau yang mengangkat derajat kami
Engkau yang tak pernah lelah membantu urusan kami
Engkau yang begitu pemaaf
Engkau yang tak pernah ingkar janji
Engkau yang begitu menyayangi kami

Tapi…..

Rabb….
Kami yang masih seringkali mengecewakanMu
Kami yang tak jarang selalu menunda bahkan meninggalkan kewajiban kewajiban kami
Kami yang lupa bersyukur
Kami yang tak belajar bersabar
Kami yang begitu sombong
Kami yang melupakan tetangga kami
Kami yang tak ingat saudara kami
Kami yang membicarakan kejelekan saudara kami
Kami yang mengaku berhemat, tapi sebenarnya kikir
Kami yang merampas hak orang banyak
Kami yang sholatnya hanya menggugurkan kewajiban
Kami yang hanya mencari ketenaran
Kami yang lupa mendoakan orangtua kami
Kami yang seringkali tak sadar ternyata melukai hati saudara kami
Kami yang hanya memikirkan dunia

Ampuni kami Rabb….
Izinkan jatah waktu kami yang tersisa
Hanya untuk beribadah dan  menebar kebaikan
Izinkan kami menjadi penyeruMu
Penuhi hati kami dengan kerinduan
Kerinduan bertemu engkau

Senin, 05 Mei 2014

Mendengarkan Juga Butuh Latihan


Menjalani kehidupan di muka bumi ini bukanlah membiarkannya mengalir seperti air, membiarkannya kemanapun arus membawanya, tapi kita mesti memilih arus yang mana yang akan kita lalui, dan kemana arus itu akan pergi, meskipun semua arus itu kelak akan berkumpul di tempat yang sama, lautan. Sama halnya dengan kita yang pada akhirnya akan berkumpul di tempat yang sama kelak, Padang Mahsyar, sebuah tempat dimana kita akan mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita selama di dunia, tapi tentu setiap manusia mempunyai hak untuk memilih arus atau jalan yang mana yang ingin ia lalui.


Kehidupan kita di dunia tidak pernah terlepas dari peran dan didikan orangtua kita, di lingkungan keluarga saya, semenjak kecil selalu ditanamkan menjadi anak yang pemberani, olehnya itu semenjak di Sekolah Dasar ayah saya saya selalu melatih saya untuk mampu tampil di depan umum, mendorong saya selalu aktif dalam berbagai kegiatan, dengan tujuan untuk melatih keberanian saya untuk tampil di depan umum, baik itu tampil membacakan puisi, membawakan ceramah, memberi sambutan, hingga saya menceburkan diri saya ke berbagai organisasi. Sebuah keberuntungan, kesempatan dan ujian yang diberikan Allah, sewaktu SMA saya diberi tanggungjawab menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), memasuki bangku perguruan tinggi rutinitas di berbagai organisasi saya geluti, dan kembali memegang tanggung jawab sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Gizi. Aktivitas seperti ini sungguh melatih kemampuan saya untuk terus berkembang, melatih kemampuan komunikasi saya bertemu dengan orang-orang baru, hingga akhirnya Tahun 2011 – 2012 saya terjun ke masyarakat, focus bergabung di Nutrition Improvement through Community Empowerment Project. Apa yang saya pelajari sungguh sangat bermanfaat, tapi akhir tahun 2012 saya belajar untuk mengintropeksi diri saya, bahwa ternyata apa yang saya pelajari selama ini masih sangat sedikit, kemampuan saya berbicara di depan umum itu belum ada apa-apanya, di luar sana banyak sekali ilmu yang belum saya pelajari. Akhirnya, awal Tahun 2013 saya memutuskan untuk mengikuti Wanna Be Trainer di IPB yang diselenggarakan oleh Akademi Trainer, di sana saya benar benar berguru pada ahlinya, dipertemukan dengan orang-orang luar biasa, yang membuka mata saya, dan membangunkan saya, bahwa saya mesti belajar banyak kepada mereka, semakin saya belajar semakin saya sadar bahwa saya masih sangat bodoh.



Dalam perjalanannya kuputuskan untuk mengisi hari hariku untuk belajar dan terus belajar, namun ada satu hal yang beberapa hari yang lalu mengusik pikiranku, bahwa ternyata ada satu hal yang jarang saya latih selama ini, yakni mendengarkan. Meski hobby saya mengikuti diskusi, seminar dan training  yang semuanya itu dilalui dengan cara mendengarkan, tapi tak sesimple itu. Kegiatan mendengarkan bukan hanya sekedar masukknya gelombang suara ke dalam telinga, kemudian diterjemahkan oleh otak, tetapi kegiatan mendengarkan ialah bagaimana otak menerima pesan melalui telinga, kemudian dicerna, yang membuat seluruh fungsi tubuh berada dalam satu frekuensi untuk menyerap apa yang telah di dengarkan, yang pada akhirnya akan menggerakkan kita untuk menerapkan apa yang telah kita dengar jika itu positif, dan meninggalkannya jika itu negative.



Kenapa saya mengatakan bahwa mendengarkan itu mesti dilatih, karena ada beberapa orang yang saya temui lebih sering menggunakan mulutnya di banding telinganya, dan kenyataannya yang saya lihat bahwa, orang yang seperti ini sulit mendengarkan orang lain, sulit menerima pendapat oranglain, mau menang sendiri, yang pada akhirnya sulit untuk melaksanakan tanggungjawabnya karena merasa tak ingin diperintah, tak ingin menerima masukan, karena menurutnya apa yang ia lakukan benar, orang seperti ini sulit berkembang dan menghasilkan karya.



Ada juga tipe orang yang ia akan duduk tenang mendengarkan, mengamati satu demi satu yang dikatakan oleh orang lain, tetapi sembari ia komat kamit dalam hati karena merasa apa yang dikatakan orang itu tidak penting, ia hampir sama dengan tipe orang diatas, sedikit mendengar, tetapi orang diatas  akan dengan lantang mengeluarkan banyak teori, tapi orang tipe ke dua ini, hanya tau memberi kritikan tanpa solusi.



Tipe selanjutnya adalah tipe yang setengah mendengarkan, ia senang mendengarkan orang lain, tapi ketika apa yang ia dengarkan merasa menyudutkannya atau meyinggung dirinya, maka ia seperti mendengarkan tapi masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Ini sering sekali terjadi pada situasi dimana orangtua sedang menasehati anaknya, atau seorang guru yang sedang menasehati murid muridnya, atau seorang yang lebih muda menasehati atau berbicara di depan orang yang lebih tua.



Pada akhirnya bisa saya simpulkan bahwa mendengarkan itu memang butuh latihan, latihan bagaimana mengelola emosi, jika apa yang kita dengar ternyata belum sepenuhnya bisa kita terima, belajar mencerna apa yang kita dengarkan, mengubah ion negative menjadi ion positif, yang kemudian akhirnya proses mendengarkan itu menjadi sangat menyenangkan, karena setiap kali kita mendengarkan kita selalu mampu menyediakan wadah positif yang mampu menampung segala hal yang kita dengarkan.



Mari kita berlatih menjadi pendengar yang baik….



Salam Santun

@irnayuliani_


Rabu, 30 April 2014

I Will Always Love You


Aku tak ingat persisnya sejak kapan saya mengenalmu, eehh bukan mengenalmu tapi diberi tau siapa kamu, tepatnya diberi tahu oleh seseorang. Yaaahh…. sejak kecil orang-orang terdekatku memberitahu segala sesuatu tentangmu, dan sungguh waktu itu saya hanya sekedar tau, bagaimana tentangmu, siapa dirimu, kamu sama sekali belum masuk ke dalam hatiku, meski sesekali saya curhat padamu :’(



Apa yang telah kamu sampaikan kepadaku, kukerjakan meski masih sangat jauh dari apa yang kamu inginkan. Banyak hal dimana kamu selalu datang menjadi penolong dan teman terbaik yang kumiliki, kapanpun aku butuhkan, meski sering kali saya tidak peduli padamu, cuek dengan semua yang kamu sampaikan, tapi kamu selalu setia disampingku, dan betapa bersalahnya diriku selalu dan selalu membuatmu menunggu, hingga akhirnya tiba pada suatu waktu kamu benar-benar datang, hadir di dalam hatiku, saya tiba pada satu titik dimana saya benar-benar merasakan cinta, yaah saya mencintaimu……



Setelah merasakan cinta yang luar biasa, saya merasa apa yang saya tau tentangmu selama ini sungguh sangat sedikit, ibarat hanya sebutir pasir berbanding seluruh butiran pasir yang ada di muka bumi ini, dan mulai detik itu saya belajar sedikit demi sedikit mengenalmu, dan ketika mengetahui satu hal tentangmu, rasanya itu nikmat sekali, yaah karena di dalamnya sudah ada cinta. Jika kita mencintai seseorang maka kita akan semangat untuk mencari tau segala hal tentangnya. Iyaakaannn….???? :D



Meski, kadang kala masih ada rasa malas menyelinap, rasa malas untuk semakin dekat denganmu. Tapi saya YAKIN saya mencintaimu. Cinta yang kurasakan begitu indah dan tak ada yang bisa mengalahkannya. Saya sungguh mengucap banyak syukur yang tiada terhingga, kamu setia menunggu cintaku, dimana cintamu untukku sama sekali tak diragukan lagi. Kamu mengajarkanku dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang, kamu menuntunku dengan sangat pelan, rasanya kamu tak ingin aku terluka dalam perjalananku menemukan cintaku untukmu.



Allah, terima kasih…..



Segala kemuliaan ada padamu, engkau menyayangi dan mengasihi hambamu dengan sangat indah. Terima kasih, engkau takdirkan saya mengenalmu, terima kasih kamu memberiku kesempatan untuk mencintaimu, karena saya yakin hanya orang-orang yang engkau kehendakilah yang pintu hatinya bisa terbuka lebar akan hidayahMU.



Ada beberapa teman saya yang curhat  dan bertanya kepada saya, dan kadangkala menemukan pertanyaaan yang sama, seperti…



“Kenapa yaah Allah terasa jauh dari saya???”

Allah tuh sama sekali gak pernah jauh dari kita, kitanya aja yang mungkin menjauh.

“Saya sholat kok, tapi kok sholat saya terasa gak punya rasa, hanya sekedar rutinitas yang berlalu tanpa rasa, sekedar mengugurkan kewajiban”

Naahhh, agar punya rasa kamu harus mencintai apa yang kamu lakukan, tentunya mencintai Allah yang memerintahkan untuk mendirikan sholat, coba rasakan di dalam hatimu adakah cinta itu???

“gak ada, trus bagaimana caranya mencintainya”

Mendekatlah ke sumber cinta dan segala sesuatu yang berbau cinta UntukNya. Rutinkanlah membaca KalamNya dan teruskanlah melaksanakan ibadah-ibadah lainnya.



Satu lagi…..

Berkumpullah dengan orang-orang yang mencintaiNya, maka disana kamu hanya akan melihat satu pemandangan yang di dalamnya ada cinta tak berbatas Untuk Allah, selalu berkumpul dengan mereka, insya Allah akan menguatkan langkah kita untuk semakin dekat denganNya.



Rabb….

Saya  ingin mencintaimu hingga nafas ini kelak berhenti

Saya  ingin cinta ini setiap hari bertambah dan terus bertambah, hingga kelak kita bertemu.



Terima Kasih, telah mengajarkan saya  cara mencintaiMU…………………………

Terima kasih pula beberapa hari yang lalu engkau memberiku sebuah mimpi yang sangat indah. Setelah beberapa kali bermimpi berangkat ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah, meski di dalam mimpi saya hanya baru bersiap-siap dan sama sekali belum ada disana tapi itu sudah membuatku semakin menguatkan langkah dan meluruskan niatku, semoga suatu saat nanti, diwaktu yang tidak lama lagi, saya benar-benar akan ada disana. Tapi beberapa hari yang lalu saya bukan bermimpi itu lagi, tapi saya bermimpi, kali ini sudah ada suatu tempat, di sana saya sholat, saya melihat diri saya sedang sholat di sebuah Mesjid yang juga sangat indah, dan juga merupakan tempat yang sangat mulia, saya bermimpi sholat di Mesjid Al-Aqsa di Tanah Palestina, tempat Rasulullah diangkat ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat. Masjid Al-Aqsa pada awalnya adalah rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Umar bin Khattab, salah seorang Khulafaur Rasyidin, tetapi telah diperbaiki dan dibangun kembali oleh khalifah Umayyah Abdul Malik dan diselesaikan oleh putranya Al-Walid pada tahun 705 Masehi



Istilah "Masjid al-Aqsa" dalam Islam tidaklah terbatas pada masjid saja, melainkan meliputi seluruh Al-Haram Asy-Syarif (Bukit Bait Suci). Masjid ini dikenal sebagai rumah ibadah kedua yang dibangun setelah Masjid Al-Haram di Mekkah. Imam Muslim menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari:

Saya bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai masjid yang mula-mula dibangun di atas bumi ini.

Rasulullah saw. Menjawab               : "Masjid Al-Haram".

Saya bertanya                                    : "Kemudian masjid mana?"

Rasulullah saw. Menjawab               : "Masjid Al-Aqsa".

Saya bertanya                                    : "Berapa jarak waktu antara keduanya?"

Rasulullah saw. Menjawab               : "Empat puluh tahun, Kemudian seluruh bumi Allah adalah tempat sujud bagimu. Maka di manapun kamu mendapati waktu salat, maka salatlah



Maimunah binti Sa’ad dalam hadits tentang berziarah ke Masjid Al-Aqsa menyebutkan: "Ya Nabi Allah, berikan fatwa kepadaku tentang Baitul Maqdis". Nabi berkata, "Tempat dikumpulkannya dan disebarkannya (manusia). Maka datangilah ia dan sholat di dalamnya. Karena salat di dalamnya seperti salat 1.000 rakaat di selainnya". Maimunah berkata lagi: "Bagaimana jika aku tidak bisa". "Maka berikanlah minyak untuk penerangannya. Barang siapa yang memberikannya maka seolah ia telah mendatanginya. (HR.Ibnu Majah)



Sejarah penting Masjid Al-Aqsa dalam Islam juga mendapatkan penekanan lebih lanjut, karena umat Islam ketika sholat pernah berkiblat ke arah Al-Aqsa selama empat belas atau tujuh belas bulan setelah peristiwa hijrah ke Madinah tahun 624.



Meskipun di dalam mimpi saya tidak menyelesaikan sholat saya karena tiba-tiba saya sudah terbangun, tapi di dalam mimpi mesjid al-aqsa itu sudah nampak sangat indah. Betapa bahagianya saya meski itu semua cuma di dalam mimpi, saya tak bisa membayangkan jika suatu saat benar-benar bisa sholat di sana.



Mimpi itu pun sepertinya cara Allah untuk menyampaikan kepadaku untuk semakin menyempurnakan ibadah sholatku, baik itu sholat wajib maupun sholat sunnah, seperti sholat sunnah rawatib, tahajjud, dhuha dan juga witir. Rabb, doa ini selalu mengalun di tiap bait doaku, semoga saya selalu diberi kekuatan untuk memperbaiki sholat saya, makin baik dan makin baik, semoga kelak bisa termasuk hambaMU yang Istiqomah, dan semoga kelak akan bisa sholat di 3 Mesjid AgungMU, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Mesjid Al-Aqsa, Aamiinn.



Rabb….

I will always love you…..



Manusia harus diketahui untuk dicintai, tetapi Tuhan harus dicintai untuk diketahui"





Sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas