Do What You Love, Love What You Do

Senin, 12 Mei 2014

Saya Malu



Sejuk rasanya ketika air wudhu membasahi wajah ini, damai rasanya ditiap sujud demi sujud ini, indah rasanya ketika alunan dzikir ini mengalun, namun ada derai tangis ketika kedua tangan ini menengadah doa kepada sang khaliq. Saya tentunduk penuh malu kepada Rabbku, malu karena selama ini rasa-rasanya saya masih sedikit sekali bersyukur, malu karena selama ini rasanya ibadah ini belum juga baik, malu kepada Rabbku yang menghadiahkan banyak hal meski hambaNya begitu kotor.

Kupandangi sujud sujud mereka, kulihat keceriaan anak-anak di bangku sekolah, kulihat senyuman indah ibu-ibu yang sedang berbelanja di Pasar, kulihat orang-orang yang bersemangat menyelesaikan pekerjaan kantornya, semua itu dilalui dengan penuh ketenangan. Hidup dan menetap di Negara yang mayoritas muslim, yang menganut kebebasan beragama, membuat kita bisa beribadah, bersekolah, bekerja dan beraktivitas dengan tenang. Namun, di belahan bumi sana, ada saudara saudara kita yang terpaksa sholat di tengah dentuman senjata, ada anak-anak kecil yang ditembak mati di sekolahnya, ibu ibu yang harus menahan lapar karena tak ada yang bisa dimakan, lalu kita yang menutup mata akan semua itu. Hati mereka sesungguhnya berteriak meminta tolong, tapi kita yang mengaku bahwa setiap muslim itu bersaudara seakan akan menutup telinga. Hati ini bertanya, apa yang telah saya lakukan untuk sedikit meringankan kesedihan mereka, seringkah ada untaian doamu untuk mereka. Saya malu, karena tak bisa berbuat banyak untuk mereka, bahkan jarang sekali mendoakan mereka, padahal mereka itu saudaraku. Saya sungguh malu….., apa jadinya jika seandainya saya yang diposisi mereka, hidup dengan penuh ketakutan, di belahan bumi sana, di Suriah, Palestina, Bosniah, ribuan orang dibunuh dengan kejam, tapi seolah-olah kita tak tau, kita tidak peduli, padahal kita berada di bumi yang sama, bumi Allah, cukuplah untaian doa-doa kita mengalun untuk saudara-saudara kita di sana, semoga Allah berkenan mengabulkannya.

Apa benar benar mata kita buta, telinga kita tuli, tangan dan kaki kita lumpuh, hati kita mati? Negara kita yang terlihat begitu penuh ketenangan ternyata sangat memprihatikan, pemimpin Negara kita cuma bekerja untuk pencitraan, sibuk korupsi, sementara Negara kita dipenuhi kasus kekerasan seksual yang semakin meningkat, pembunuhan di lingkungan pendidikan, korban korban mutilasi, korban-korban AIDS, kasus bunuh diri, aborsi, perampokan, orang-orang yang meninggal karena Miras, remaja yang overdosis obat-obat terlarang, bayi-bayi meninggal karna gizi buruk, yang pada akhirnya mungkin penjara tak bisa lagi menampung semua pelaku kasus kasus tersebut. Apa kita benar-benar tidak prihatin dengan semua itu???

Apa yang bisa kita lakukan? Bisa kita mulai dari diri kita sendiri, membentenggi diri kita dengan iman yang kuat, menjaga diri kita untuk sedapat mungkin tidak memasuki lingkungan yang tidak benar. Hari hari kita alangkah indahnya jika dilalui dengan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, melatih diri kita untuk berbagi, meski yang kita lakukan hanya hal-hal kecil, seperti saling mengingatkan satu sama lain, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Saya teringat dengan Ucapan Khalifah Umar Bin Khatab, Waspadalah terhadap waktu luang, karena ia lebih banyak membuka pintu maksiat daripada syukur”.

Nah sahabat, sudah saatnya kita membuka mata kita untuk semua yang telah terjadi di muka bumi ini, apapun profesi kita sunggguh tak pernah membatasi kita untuk berbuat sesuatu. Yukk kita mulai dari lingkungan sekitar kita, membuat orang lain bahagia, membuat bahagia yang kita rasakan malah berlipat ganda. Sudah saatnya kita bukan lagi memikirkan apa yang bisa kita dapatkan, tapi apa yang bisa kita berikan. Doaku buat sahabat semua yang sempat membaca tulisan singkat ini dan bersedia bergerak dan saling bergandengan menebar kebaikan dan manfaat di muka bumi ini, semoga kelak segala kebaikan yang kita lakukan dengan tulus ikhlas akan menghantarkan kita berkumpul di Jannah Nya. Aamiinn

Salam Rindu Penuh Cinta Untuk Sahabat Semuanya

Dariku,
@IrnaYulaini_


Sabtu, 10 Mei 2014

Allah, Saya Jatuh Cinta



 
Tahun 2014 ini tahun dimana terasa banyak sekali kabar kebahagian menghampiri, tak lupa menghanturkan rasa syukur yang tiada terhingga kepada sang Maha Pengasih. Salah satu kabar bahagia itu datang dari para sahabat-sahabatku, hingga bulan Mei ini, sudah 3 sahabat saya yang mengakhiri masa jomblonya, dan satu lagi sahabat saya yang sementara sibuk-sibuknya mempersiapkan pernikahannya di bulan Juni nanti, luar biasa bukan????? 4 sahabat saya sudah pada meriiitt sodara-sodara, Sampai gak nyangka mereka satu per satu duduk di pelaminan ^_^, belum lagi sepupu juga melangsungkan pernikahan di bulan kemaren, eemmm lengkaplah bulan ini saya sibuk menghadiri rentetan undangan pernikahan sahabat dan keluarga saya, belum lagi ditambah rentetan pertanyaan dari segala macam penjuru, “irna, kapan nyusul nih ???” , pertanyaan itu terasa menggema dimana-mana, pertanyaan yang begitu simple namun jawabnya bikin nyesek hatiiii tau gak sihhhh. Dengan senyuman yang rada sedikit di buat-buat, mencoba menjawab pertanyaan mereka dengan senyuman sembari meminta doa, semoga di segerakan.

“Bersediakah jadi pendamping hidupku…..?”
Beberapa waktu yang lalu pesan singkat itu masuk di ponselku, dari seseorang yang sudah saya kenal dengan baik, dan juga mengenal saya dengan baik. Setelah melalui beberapa perbincangan singkat namun sangat penting, akhirnya dengan helaan nafas panjang ku jawab.

“Saya belum bisa kak, semoga Allah menjodohkan kakak dengan wanita yang lebih baik”

Lagi dan lagi harus menjawab demikian  --_--

Setelah hari itu, banyak sekali pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk di dalam hatiku, sebenarnya seperti apa yang saya tunggu, seperti apa yang diinginkan hatiku, yang bagaimana???, akankah kalimat diatas akan kembali terulang??? Hingga pada suatu waktu saya menemukannya, benar-benar menemukannya, dan saya jatuh cinta, jatuh cinta pada seseorang, sosoknya penuh kehangatan, periang, langkahnya menampakkan ia dengan kewibawaan, tutur katanya santun, akhlak yang sungguh menawan, ia sangat menjaga agamanya, dikalangan teman-temannya ia terkenal cerdas dan sangat baik hati, lalu dimana dia?

Yaah, dia masih di tempatnya sekarang, dan ia belum datang menemuiku, jedaaaaarrrr…….
Sosok seperti itulah yang membuatku jatuh cinta dan akan selalu jatuh cinta. Kalian semua pasti pada komentar, “gillee kamu irna, yang seperti itumah semua perempuan pengen, kata pesulap demian, Sempurnaaaa…..”, hahahaa…..sabar sabar, tapi itukan wajar yaah jika kita menginginkan pendamping yang seperti itu, tapi saya juga sadar kok, bahwa tiap manusia itu pasti punya kelebihan dan kekurangan, dan karena kelebihan dan kekurangan itulah kita saling melengkapi.

Sebenarnya sederhana sih, irna cuman pengen seorang kesatria yang taat pada Agamanya, lelaki yang taat pada Tuhannya saya yakini Insya Allah senantiasa menjaga Akhlaknya,  ia punya visi untuk hidup dan pernikahannya, dan yang penting dia berani menghadap bapak saya, hehehe……

Bagi saya yang memang sudah memutuskan untuk alergi terhadap yang namanya pacaran, jadi pengennya yaaah langsung nikah aja, niatnya sudah benar-benar dilurusin, adalah hanya untuk beribadah kepadaNya, semakin dekat denganNya, bersama seseorang yang mencintai saya dan juga saya cintai, yang cintanya sudah barang tentu setelah akad berlangsung, ketika predikat halal itu sudah bersemayang, ketika dua hati sudah terpaut dalam cinta mulia.

Naahh, untuk itu tugas saya adalah semakin banyak beribadah, mendekat padaNya , merayu sang pemilik hati, agar segera menautkan hati ini kepada sang Kesatria itu. Seperti yang telah Allah janjikan bahwa perempuan baik-baik adalah untuk laki-laki baik-baik, demikian pulalah sebaliknya, bahwa jodoh kita seseungguhnya adalah cerminan diri kita sendiri. Saya akan selalu bersabar menunggu kesatriaku datang menjemputku, karena saya yakin Allah tau bahwa saya sedang jatuh cinta.