Do What You Love, Love What You Do

Kamis, 22 Agustus 2013

Karena MencintaiNYA


Karena MencintaiNYA
Cinta……
Adalah salah satu bukti kebesaranNYA
Indah, bersemayang dihati hambaNYA
Menorehkan senyuman demi senyuman
Melahirkan kebahagian yang tak terbatas

Pandanganku kini mencarimu
Relung hatiku merindukanmu
Sudut sudut pikiranku tak henti memikirkanmu
Meyakini kamu ada di suatu titik terbaik

Cinta…….
Begitu indah dirimu
Karena engkau selalu lembut dalam ketaatanmu
Karena engkau selalu syahdu dalam menjaga imanmu
Karena engkau selalu tegas menjaga akidahmu
Karena engkau selalu memiliki cinta yang tulus dan suci UntukNYA

Kala fajar mulai menyingsing
Kala lukisan senja mulai Nampak
Sungguh hati ini betapa merindukanmu
Aku berharap, dari fajar hingga kembali menemui fajar
Akan selalu ada kesempatanku memantaskan diri padaNYA
Hingga hanya akan ada rasa yang lahir untukmu karena MencintaiNYA

Selasa, 20 Agustus 2013

Bantu Aku Mewujudkannya


Bergabung di Proyek Perbaikan Gizi Melalui Pemberdayaan Masyarakat  sebagai Fasilitator Nutrisi Tahun 2011-2012 memberiku banyak sekali pengalaman dan nilai-nilai kehidupan. Di tempatkan di lokasi ujung Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, bertanggung jawab atas 4 Desa/Kelurahan dengan jumlah total Balita kurang lebih 900 orang menjadi salah satu lahirnya mimpi saya, “Ingin mendirikan “Nutrition School” di seluruh pelosok Indonesia, untuk anak usia 4 -12 tahun. Sekolah yang bukan hanya akan berbagi ilmu tentang gizi dan kesehatan tetapi juga akan menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak secara dini, melalu berbagai kegiatan sosial dan kegiatan-kegiatan positif lainnya yang secara langsung akan melibatkan mereka.
Mimpi ini semakin memiliki konsep ketika seorang dosen saya mengajak saya bergabung menjadi fasiltator di Kelas Belajar OKY Makassar. Sebuah kelas belajar yang mirip dengan sekolah nutrisi yang sudah menjadi impian saya. Meski hanya beberapa kali hadir di kelasnya karena berbagai kesibukan, tapi mimpi itu akan selalu ada bersemayang di dalam hati, dengan penuh keyakinan pada sang maha pencipta bahwa suatu saat nanti mimpi itu akan menjadi nyata.
Saya hanya ingin ikut mengamalkan nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945, “Mencerdaskan kehidupan Bangsa”. Melahirkan anak-anak dengan kondisi gizi terbaik akan sangat mendukung generasi muda bangsa ini untuk menjadi anak yangcerdas sehingga dapat bertumbuh, berkembang dan menghasilkan karya terbaiknya.
Banyak sekali anak-anak bangsa ini yang tak dapat bertumbuh dengan baik karena mengalami gangguan pada keadaan gizinya, kematian anak karena gizi buruk, kasus anemia anak sekolah yang berdampak menurunnya minat belajar mereka. Masalah besarnya bukan karena ketersedian pangan di tingkat rumah tangga, karena gizi yang baik pun tak harus mahal, cukup tahu tempe dan sayuran, tapi karena pola hidup dan pengetahuan masyarakat masih sangat rendah.
Dengan alasan-alasan itulah, akhirnya lahir mimpiku untuk mendirikan “Nutrition School”, mungkin belum sekarang, tapi langkah-langkah kecilku sedang menuju ke sana. Mohon doanya…….

Senin, 19 Agustus 2013

Surat Cintaku


Sinar sang mentari menyelinap diantara dedaunan
Cahayanya yang keemasan  begitu mempesona
Beriringan dengan nyanyian burung-burung kecil
Bak musik semesta yang begitu merdu
Tetesan embun yang seindah kemilau mutiara
Menambah indah lukisan alam pagi ini
Ohhh…..betapa indah bumi ini Yaa Allah
Terima Kasih atas kedua mata
 Yang masih mampu melihat indahnya kebesaranMU

Semilir angin bermain bersama dedaunan kering
Berhembus lembut melewatiku
Menambah sejuknya udara yang melewati rongga hidungku
Hingga kembali kuhembuskan dengan penuh kedamaian
Ohhh…..betapa nikmat nafas ini Ya Allah
Terima Kasih atas nafas yang masih berhembus dengan baik

Bocah kecil ini masih dalam pelukanku
Bersama menyaksikan mentari merangkak naik
Kusampaikan padanya pesan  indah yang tak begitu banyak
Ia tampak tersenyum, ia mengerti apa yang kumaksud
Oohhh….adikku aku menyayangikmu karena Allah
Rabb…..Terima kasih atas lisan yang masih bisa berbagi kalimat indah
Bersama orang orang terkasihku

Aku Tak tau berapa lama kami duduk di tempat ini
Terpaku, takjub melihat keindahan alam ini
Tiba-tiba bocah kecil ini berbisik ditelingaku
“Kak…..aku menyayangimu karena Allah”
Aku terdiam sejenak…..
Yaa Rabb…..Terima Kasih atas pendenganranku yang masih berfungsi dengan baik
Hingga aku bisa mendengarkan kata-kata seindah itu

Ya Allah……atas semua itu, aku tak punya alasan untuk tidak bersyukur PadaMU
Atas setiap nikmat yang tak terbatas
Ini surat cintaku kepadaMU
Karena
Aku MencintaiMU







Minggu, 11 Agustus 2013

Berbagi Hati


Suara takbir menggema di mana-mana, yahh ini adalah malam takbiran,  setelah berpuasa sebulan penuh di Bulan Ramadhan, akhirnya datang juga hari kemenangan. Kemenangan bagi ummat islam yang senantiasa menjaga keistiqomahannya dalam menjalankan fungsinya sebagai seorang khalifah di muka bumi ini, kemenangan bagi kita semua yang senantiasa menempatkan ketaataan diatas apapun di muka bumi ini, kemenangan bagi kita semua yang senantiasa memantaskan diri kepada sang Maha Mulia, Allah SWT.
Tanda kesyukuran itu adalah dengan senantiasa memperbaiki diri diri kita, memantaskan diri kita sebagai hambanya yang meyakini bahwa tiada Tuhan Selain Allah SWT, dan Muhammad adalah utusanNYA
Nah, dihari nan Fitri, ditengah kesyahduan melepas Ramadhan bertetapatan dengan suasana haru dan penuh rasa syukur menyambut Idul Fitri, saya ingin memohon Maaf yang sebesar-besarnya atas tutur kata, sikap dan tindakan yang mungkin pernah kurang berkenan di hati saudara/saudariku sekalian, semoga perjalanan kita menuju 11 Bulan ke depan akan menjadi perjalanan yang penuh istiqomah hingga kita dipertemukan kembali dengan Bulan Ramadhan yang penuh berkah, aamiinn.
Seperti halya Suasana Ramadhan dan Idul Fitri di Tahun-Tahun sebelumnya, Alhamdulillah saya bisa melewatinya bersama keluarga di kampung halaman “Camba”. Camba adalah sebuah kota kecamatan di kaki gunung, sekitar 1,5 Jam dari Kota Maros atau sekitar Kurang Lebih 2 Jam dari Kota Makassar. Camba, menggambarkan suasana pedesaan yang masih tetap sejuk dan asri, Desa ini selalu membuatku rindu, dan selalu jatuh cinta atas setiap sudut keindahan yang ia pamerkan, sebuah keindahan yang merupakan bukti akan kebesaran Ilahi.
Hari pertama lebaran, seperti biasa adalah silaturahim ke rumah nenek, yang jaraknya dekat dengan rumah, sambil bolak-balik ke rumah juga karena beberapa keluarga juga mulai datang ke rumah.  Setelah silaturahim dengan keluarga dan tetangga di sekitaran rumah, jadwal selanjutnya adalah silaturahim ke kampung asli bapak, namanya Tanete, sebuah daerah pedalaman di Kec.Mallawa, kecamatan yg berbatasan dengan Kec.Camba.
Dan Napak Tilas Jilid 1 dimulai…..
Saya dan keluarga besar dari bapak memulai silaturahim di rumah sepupu bapak, lanjut rumah nenek, dan beberapa rumah keluarga bapak lainnya. Suasana haru dan canda tawa menemani moment silaturahmi kami kala itu, seingat saya, saya menginjak kampung ini lagi setelah kurang lebih 3 Tahun lamanya.  Setiap kali ke kampung ini bapak pasti akan selalu menceritakan masa-masa kecil, perjuangannya menempuh jarak berpuluh kilo meter berjalan kaki untuk bisa bersekolah, selalu menjadi kisah yang mengagumkan bagiku. Saya Tidak bisa mengabadikan banyak moment di Kampung ini, karena waktu silaturahim yang sangat singkat, sehingga kami pun hanya mengunjungi beberapa keluarga saja.


Berbagi hati, di hari pertama lebaran sungguh sangat menyenangkan, indahnya silaturahmi adalah bagian dari hidup yang wajib kita syukuri.
Next………..
Hari Ke Dua lebaran, Napak Tilas Jilid 2 di mulai, Yuupss kami akan bersilaturahmi ke Kampoeng Asli mama saya, yaah tanah dimana ia dilahirkan dan melewati masa kecil yang sungguh amat sangat sulit. Saya amat sangat bersemangat, terakhir ke sana Tahun 2003, genap 10 Tahun kemudian akhirnya saya kembali akan mengunjungi tanah kelahiran mama saya, Namanya Desa Bonto Tangnga, sebuah Desa yang berada di Pegunungan Kabupaten Maros. Dahulu, untuk menjangkau Desa itu, hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki, karena medan yang akan dilalui belum bisa dilalui oleh kendaraan. Baru beberapa Tahun belakangan ada Mobil Jib yang mengangkut penumpang ke Desa itu, itupun hanya 2 atau 3 mobil saja yang hilir mudik membawa penumpang. Ongkos kesana lumayan mahal, bagi penduduk sekitar yakni 25.000 sekali jalan per orang, dengan jarak tempuh kurang lebih 1 Jam, tapi sebagian besar penduduk sana tetap memilih menumpang mobil dibanding harus berjalan kaki, meski masih ada beberapa penduduk yang memilih untuk berjalan kaki. Bagi penduduk yang memiliki kendaraan roda dua, agak lebih mudah dengan ongkos yang lebih irit.
2 buah mobil Jib sudah disewa untuk mengangkut kami sekeluarga menuju Desa Bonto Tangga, Keluarga Besar ibu saya sudah mulai berdatangan dan menaikkan satu persatu barang ke atas mobil.  Setelah semuanya selesai, perjalananpun di mulai. Jalanan yang kami lalui adalah jalanan berbatu, kami semua harus senantiasa berpegangan erat. Sesekali saya dapat mengambil gambar, jika jalanan sedikit baik.

Dan akhirnya sampai juga,,,,,,
Kami langsung menuju rumah saudara ibu saya, disana keluarga sudah mulai berkumpul menyiapkan makanan untuk menyambut kami. Rasa Lelah diperjalanan akhirnya terobati dengan dapat berkumpul bersama di Tanah kelahiran mama saya. Mama saya adalah anak ke 6 dari 11 bersaudara, dan semuanya dilahirkan di Desa ini, anak, cucu, menantu, sepupu, om, tante semua berkumpul di rumah  ini, rumah panggung sederhana yang melahirkan banyak kerinduan untuk selalu bersua.
Wahhh, rumah sekecil itu langsung diserbu oleh keluarga besar mama saya, gak muaattt, hehehee…….., Ba’da Sholat Jum’at, seeokor Sapi di potong dan akan menjadi santapan keluarga besar saya di hari ke dua lebaran ini, berbagai macam masakan khas daerang bugis di buat, Mulai dari Coto, Daging Toppalada, Konro, sayur pokko, Kepiting isi kelapa, kue apang, sokko dan masakan lainnya
Keluarga besar saya mengadakan open house, untuk warga disekitaran rumah, dari hari ke 2 lebaran hingga hari ketiga  lebaran beberapa warga dan sanak family masih berdatangan.
Dan akhirnya, hari sabtu ba’da dzuhur setelah nyekar ke makan kakek, ayah dari mama saya serta nyekar ke makam nenek buyur, kami pun pamit dengan seluruh keluarga yang ada di Desa Bonto Tangnga.


Berbagi hati itu sangat menyenangkan……
Acara Silaturahminya belum selesai lohh sobbb, masih lanjut. Di hari ke 4 lebaran. Saya kembali silaturahim dengan sahabat-sahabat SMA saya di acara REUNI AKBAR SMAN CAMBA, wuiihhh acaranya rame banget, gak nyangka bakal sebanyak itu yang datang, mulai dari Alumni 1986-2013, semua membanjiri seluruh sudut-sudut sekolah, Saluttt banget daaahh dengan Panitianya….’